Minggu, 11 Agustus 2013

(。◕‿‿◕。) pikachu ♥

Hallo semua....
Kali ini, aku mau berbagi sedikit informasi mengenai salah satu anime cartoon Jepang kesukaanku.
Yap. Pikachu. Seekor Pokémon tikus listrik yang lucu, istimewa dan menggemaskan.
Informasi ini aku ambil dari serial komik yang kubaca. Bukan dari serial animasinya. Agak sedikit berbeda memang, tapi tetap menyenangkan kok.
Selamat membaca. :)


 

PIKACHU  (Pokémon tikus listrik )                  
Nama lengkapnya adalah  Jean Luc Pikachu. Nama itu diberikan oleh Ash Ketchum, yakni pemilik pikachu yang bercita-cita ingin menjadi pelatih Pokémon terbaik didunia. Pikachu berasal dari tengah hutan. Makanan kesukaan pikachu adalah buah-buahan dan tentu saja pokechow. Senjata utama Pikachu adalah generator listrik  yang berada dipipinya.          


Pikachu adalah Pokémon pertama Ash Ketchum. Pikachu merupakan Pokémon yang paling sulit dijinakkan. Namun, lambat laun Ash berhasil menjinakkan pikachu dengan sendirinya. Puncaknya adalah ketika Pikachu sedang melarikan diri dari Ash, tiba-tiba saja Pikachu  mendapat serangan dari Spearows. Pikachu kalah dan keadaannya menjadi kritis. Ash yang melihat keadaan pikachu, langsung melindungi pikachu dari serangan Spearows . Dan sejak saat itu, pikachu menjadi penurut kepada Ash karena Ash sudah melindunginya dengan penuh kasih sayang.


 
 
 
Dalam menjalani kehidupannya bersama Ash, Pikachu kerap kali dikejar-kejar oleh Team Rocket. Mereka menganggap bahwa Pikachu adalah Pokémon yang istimewa. Pikachu adalah starter Pokémon di Pokémon Yellow dan Blue. Blue mengambil Eevee sebelum Red mengambil Pikachu. Pikachu dapat berevolusi menjadi Raichu dengan thunder stone. Ketika dikembangbiakkan, telur yang dihasilkan akan berisi Pichu yang nantinya dapat berevolusi menjadi Pikachu saat nilai kebahagiaannya mencapai 220.
 


Jumat, 02 Agustus 2013

RAIN


Hujan mengingatkanku tentang engkau.
Ini, tentang setiap tetesan air hujan yang turun.
Yang mengingatkanku tentang engkau.
Dan yang selalu membuatku tidak pernah merasa kesepian.
Kau tahu mengapa?
Itu karena aku percaya akan janji yang kau tuliskan untukku.
Bahwa kau, akan selalu ada disetiap titik hujan yang membasahiku.




 
 
 
Suatu hari di tengah-tengah padang rumput hijau yang luas. Hiduplah sebatang bunga yang sangat cantik, namanya Kirei. Kirei hidup bersama dengan ratusan rumput hijau yang sangat ramah. Kirei juga hidup bersama dengan seorang sahabat yang sangat disayanginya, yaitu Yumeko. Yumeko adalah seekor lebah yang baik hati. Wajahnya begitu imut dan selalu terlihat ceria.
 
Setiap hari, Kirei dan Yumeko selalu bersama. Bukan hanya sekedar bermain, tapi mereka juga saling bekerja sama dengan senang hati. Yumeko yang seekor lebah, selalu memakan madu yang dihasilkan oleh Kirei. Namun, Yumeko juga selalu menyirami Kirei dengan air yang dia ambil seorang diri dari sumber air terdekat. Begitu seterusnya hidup mereka setiap hari. Selalu bersama. Menghasilkan cerita yang penuh dengan warna.
 
Namun tanpa diduga, tiba-tiba saja bumi mengalami musim kemarau yang cukup panjang. Hujan tidak pernah turun. Cuaca menjadi sangat panas yang membuat banyak sumber air menjadi kering. Hal ini sangat berdampak buruk bagi Kirei yang hidupnya berketergantungan dengan air.
 
Pagi itu, tiba-tiba saja Kirei menjadi layu. Dia sakit dan sangat membutuhkan air dengan segera. Tanpa membuang banyak waktu, Yumeko langsung pergi meninggalkan Kirei saat itu juga. Dia terbang tinggi. Berkelana kesana kemari untuk mendapatkan air. Tapi, kemarau yang sudah terjadi cukup lama telah merebut semua air yang ada. Yumeko tidak berhasil mendapatkan setetes airpun. Dia merasa sangat sedih.
 
Dipertengahan perjalanannya. Yumeko berhenti. Dia duduk beristirahat di sebuah daun yang menghadap ke sebuah gunung merapi yang besar. Dengan pandangan yang penuh harap, matanya menatap lekat-lekat ke arah gunung merapi itu.
 
 
****
 
 
Sore itu, hujan tiba-tiba saja turun membasahi seluruh daratan bumi. Musim kemarau sudah berakhir. Kirei sangat merasa senang. Perlahan, tubuhnya kembali berdiri tegak. Kirei sudah mendapat air dan dia sudah tidak merasakan sakit lagi. Bersama dengan ratusan rumput hijau yang ada disekelilingnya, Kirei bersorak riang. Rasa bahagianya begitu memuncak. 
 
Hingga dalam kurun waktu yang cukup lama, Kirei baru menyadari bahwa ternyata Yumeko tidak ada di sampingnya. Namun, Kirei tidak merasa sedih ataupun kecewa. Itu karena Kirei tahu bahwa Yumeko pasti sedang berkeliling mencari air untuk dirinya. Dengan sabar, Kirei menunggu kedatangan Yumeko.
 
Senja telah tiba. Perlahan rintikan air hujan mulai menghilang. Sorak riang rerumputan hijau juga sudah tidak terdengar lagi. Tapi, Yumeko masih belum juga datang. Kirei mulai merasa khawatir. Kirei berpikir bahwa Yumeko pasti sudah pergi ketempat yang sangat jauh sehingga membuatnya belum juga datang.
 
Ditengah-tengah penantian Kirei, tiba-tiba saja burung pengantar surat mendarat di depan matanya. Burung itu memberikan sebuah surat untuk Kirei. Dengan senang hati, Kirei menerima surat itu. Tepat setelah burung pengantar surat itu pergi, Kirei langsung membaca isi surat yang dia dapatkan.
 
Untuk Kirei, sahabat terbaikku.
 
Maaf telah membuatmu menunggu. Apakah hujan sudah turun? Aku harap kau menjawab "iya". Bagaimana kabarmu setelah mendapatkan air? Aku jamin, tubuhmu pasti sudah berdiri dengan tegak sekarang.
Kirei, maafkan aku. Aku tidak bisa kembali lagi bersamamu.
Pagi tadi dipertengahan jalan saat mencari air, aku sempat beristirahat di dekat gunung merapi yang ada di arah utara sana. Aku memandangi gunung itu terus menerus hingga aku ingat akan satu hal. Aku pernah mendengar sebuah mitos tentang pengorbanan dan permohonan yang terjadi di gunung merapi itu. Konon, siapa saja yang berani menceburkan dirinya sendiri dengan ikhlas kedalam lava panas di dalam gunung merapi itu. Maka akan ada satu permohonan yang terkabulkan. Awalnya aku tidak percaya, tapi ternyata hal itu bukan hanya sekedar mitos. Aku memberanikan diriku untuk datang ke seorang penyihir yang berada di dekat gunung. Penyihir itu bilang, hal itu memang benar bisa terjadi.
Aku ingat akan dirimu. Dan tentu saja, aku juga ingat akan ratusan rumput hijau dan makhluk hidup lainnya. Aku berpikir bahwa satu nyawa tidak akan lebih berharga dari ribuan nyawa yang lain. Aku melakukannya. Aku menyeburkan diriku kedalam lava itu untuk mendatangkan hujan agar kemarau segera berakhir.
Maafkan aku Kirei. Janganlah kau marah dan bersedih karena ku.
Aku janji, aku akan tetap bersamamu.
Kau tahu bahwa aku yang mendatangkan hujan itu kan? Itu berarti, secara tidak langsung aku telah menjadi bagian dari tiap tetes air hujan yang membasahimu. Aku akan selalu bersamamu dan selalu berusaha untuk terus menyiramimu. Tetaplah semangat. Hasilkan madu terbaikmu untuk para lebah sepertiku.
 
Salam sayang,
Yumeko.

Kamis, 01 Agustus 2013

Mawar yang "berduri"

Beauty of Red Rose Flower Wallpaper HD Flowers Wallpaper - Beauty of Red Rose Flower Wallpaper
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit bunga mawar. Ia menanam bibit itu di kebun belakang rumahnya. Bibit bunga mawar itu di rawatnya dengan sangat tekun dan  selalu disirami air setiap hari. Pemuda itu berharap di dalam hatinya  agar bibit  bunga mawar yang di tanamnya dapat tumbuh dengan sempurna.
 
Hingga beberapa waktu berlalu, bibit bunga mulai berkembang. Kuncup bunga mulai tumbuh dan perlahan kelopaknya tampak merekah. Walau warnanya belum terlihat sempurna, tapi pemuda itu sangat merasa senang karena kerja keras yang sudah dia lakukan akhirnya mulai membuahkan hasil. 

Namun dia tampak heran ketika dia melihat duri-duri kecil yang tumbuh menutupi tangkai-tangkainya. Ia merasa kesal mengapa duri-duri tajam itu muncul
bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah
. Pemuda itu berpikir bahwa duri-duri itu pasti akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.

Dengan rasa kecewa, sang pemuda tampak bergumam dalam hati. " Mengapa bunga secantik ini harus tumbuh dengan duri-duri yang tajam? Hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.

Lambat laun, pemuda itu tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya lagi. Dia tak pernah lagi menyirami bunga mawarnya di setiap pagi dan petang. Kelopak bunga mawar itupun kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap
tangkai mulai jatuh satu-persatu. Hingga akhirnya, bunga itu pun meranggas dan layu.


PERENUNGAN : Jiwa manusia sama seperti kisah di atas. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Tuhan yang menitipkannya kepada kita untuk dirawat. Tuhan juga yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita juga terdapat tunas mawar dan duri yang akan merekah. Namun sayang, banyak dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Kita menolak untuk menyirami hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa. Kita tak pernah memahami potensi yang kita miliki. Tapi banyak orang yang tak menyangka, mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Orang itu kerap disibukkan dengan duri-duri kelemahan diri dan kepesimisan didalam hatinya. Sebenarnya, jika kita bisa menemukan "mawar-mawar" indah yang tumbuh didalam diri kita. Kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk membuatnya merekah hingga berpuluh-puluh tunas yang baru akan muncul. Tunas yang baru itu akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita dan akan menenggelamkan tunas-tunas sebelumnya yang rusak. 
 
Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan diri kita tentang mawar-mawar itu dan mengabaikan duri-duri yang muncul. Dan tentu saja untuk menggantikan tunas kita yang rusak. Entah kapanpun itu, setiap orang akan berjumpa dengan durinya. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka. Dan tentu saja goresan itu akan membuat tampak buruk bagi si bunga. Tapi biarlah itu menjadi cermin bagi bunga untuk mempercantik tunas barunya di kemudian hari.